Minggu, 22 November 2015

LEMPAR CAKRAM

A.    Sejarah Lempar Cakram 
Berdasarkan cacatan sejarah bahwa lempar cakram adalah salah satu nomor atletik, hal ini dapat kita ketahui dari buku karangan Homerus yang berjudul “Odyssy” pada zaman purba.
Dalam buku Odyssy tersebut menceritakan bahwa gerak gerakan dasar dari atletik adalah jalan, lari, lompat dan lempar yang telah dikenal oleh bangsa primitif pada zaman prasejarah. Bahkan dapat dikatakan sejak adanya manusia, gerak-gerakan itu dikenal.

Mereka melakukan gerakan jalan, lari, lompat dan lempar semata-mata untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Didalam usaha ini mereka sangat tergantung dari efiiensi jasmaninya. Mereka yang kurang terampil, kurang tahan berjalan, kurang cepat lari, kurang tangkas melompat atau melempar akan mati karena kelaparan atau menjadi mangsa binatang buas bahkan mungkin menjadi korban bencana alam.
Jadi sejak zaman prasejarah, ,manusia telah menyadari akan manfaat ketahanan berjalan jauh, kecepatan lari, ketangkasan melompat dan melempar. Sehingga ada sementara orang yang menganggap atletik adalah cabang olahraga yang tertua.
Bangsa Belanda menyebutnya “Atletik is a moerder der sporten” yang artinya atletik adalah induk dari semua cabang olahraga. Meskipun gerakan dasar atletik ini telah dikenal sejak adanya manusia, tetapi perlombaan atletik termasuk lempar cakram yang pernah dilakukan dalam cacatan sejarah baru terjadi pada zaman purba sekitar 1000 tahun sebelum masehi. Hal ini dapat diketahui dari buku pujangga Yunani yang ditulis oleh Homeros.
Dalam buku ini juga Homeros menceritakan pertualangan Odysseus. Bahwa pada suatu ketika Odysseus terdampar disebuah kepulauan yang kemudian ternyata bernama Phaeacia, rajanya bernama Alcinaus. Setelah Odysseus dibawa menghadap baginda maka diadakan penyambutan yang meriah. Dalam acara itu diadakan serangkaian perlombaan.pemuda-pemuda Phaeacia yang mempertujukan kemahirannya dalam lomba lari cepat, gulat, lompat, tinju, dan lempar cakram.
Setelah rangkaian ini selesai, raja Aleinaus minta agar Odysseus menberikan demotrasi lempar cakram. Semula Odysseus menolaknya dengan halus, tetapi baginda mendesaknya dengan alasan agar pumuda Phaeacia dapat menyaksikan bagaimana cara melempar cakram yang sempurna, maka permintaan raja terpaksa dipenuhi. Tanpa melepaskan pakaian perangnya yang terbuat dari logam itu, Odysseus bangkit minta ijin kepada baginda, kemudian masuk gelanggang mengambil cakram yang terberat dan dengan gaya termanis melempar cakram itu,cakram melucur dan jatuh jauh dari jarak yang dicapai atlet-atlet dari Phaeacia (Sunaryo Basuki, 1979 : 24).
Dari kutipan buku ini yakin bahwa bangsa Yunani purba telah mengenal atletik, disini terlihat adanya nomor lari, lompat, dan lempar cakram yang merupakan nomor atletik yang kita kenal sampai sekarang ini.
B.    Sejarah Lempar Cakram di Indonesia
Berbicara masalah lempar cakram di Indonesia, kita tidaik bisa pisahkan dengan sejarah atletik. Karena lempar cakram adalah nomor atau bagian dari atletik. Jadi di Indonesia atletik termasuk lempar cakram dikenal lewat bangsa Belanda yang setengah abad lamanya menjajah Negeri Indonesia. Namun demikian atletik termasuk lempar cakram ini tidak dikenal secara luas.
Kemudian pada zaman pendudukan Jepang mulai awal tahun 1942-1945 kegiatan keolahragawan mengalami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dipagi hari semua pelajar dan pegawai diwajibkan melakukan senam. Selain itu diberikan pelajaran beladiri dan atletik termasuk lempar cakram. Tetapi semua aktivitas jasmani yang dilakukan oleh seluruh bangsa Indonesia itu hanya untuk kepentingan orang-orang Jepang sendiri, dalam usaha memenangkan perang (Drs. Aip Syrifuddin, 1998 : 3).
Kemudian setelah Indonesia merdeka perkembangan olahraga termasuk lempar cakram semakin meluas bahkan setiap orang diberikan kesempatan untuk melakukan latihan-latihan atletik termasuk lempar cakram (Drs. Sunaryo Basuki, 1979 : 37).
Dari penjelasan sejarah atletik diatas, maka dalam bab ini penulis akan menguraikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Panjang lengan
  2. Lempar cakram
  3. Pengaruh panjang l;engan terhadap prestasi lempar cakram
C.    Panjang Lengan
Panjang lengan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam olahraga khususnya lempar cakram, karena panjang lengan akan memungkinkan dalam pencapaian prestasi yang maksimal. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa bentuk tubuh atau postur tubuh merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian prestasi yang maksimal (Soeharno H. P. 1985 : 8).
Disamping panjang lengan, dapat juga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kekuatan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa kekuatan lengan adalah kemampuan kelompok otot-otot lengan untuk dapat mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitas (Drs. Soeharno H. P. 1985 : 224),
Standar yang digunakan untuk mengukur panjang lengan menggunakan meteran baja (Antropometer) yang diukur melalui pangkal persendian bahu yang paling atas sampai ujung jari tengah. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa lengan adalah anggota gerak bagian atas mulai dari gelang bahu sampai ujung jari (Soedarminta, 1994 : 108).
Berdasarkan pendapat diatas, maka hasil pengukuran dapat dibaca sesuai dengan apa yang tertera pada alat ukur. Siswa yang memiliki panjang lengan diatas rata-rata maka dianggap sebagai siswa berlengan panjang, sedangkan siswa yang memiliki panjang lengan dibawah rata-rata diangggap sebagai siswa yang berlengan pendek.
Untuk cabang olahraga atletik khususnya nomor lempar cakram, apabila ada seseoarang yang memiliki lengan panjang kecenderungan akan berpengaruh pada jauhnya lemparan jika didukung oleh kekuatan otot yang baik bila dibandingkan seseorang yang memiliki lengan pendek.
D.    Lempar Cakram
Ada beberapa hal mengenai lempar cakram yang akan diuraikan sebagai berikut :
  1. Pengetian lempar cakram
  2. Tehnik-tehnik lempar cakram
  3. Peraturan dalam lempar cakram
1.    Pengertian lempar cakram
Untuk memahmi pengertian lempar cakram, terlebih dahulu kita memahami pemgertian lempar cakram. Lempar adalah olahraga dengan melempar (lembing, peluru, martil, cakram).(W. J. S. Poerwadarminta, 1976 : 584).
Sedangkan cakram sebuah benda kayu yang berbentuk piring berbingkai sabuk besi (Didi Sugandi, 1986 : 51).
Jadi lempar cakram adalah salah satu nomor lomba dalam atletik yang menggunakan sebuah benda kayu yang berbentuk piring bersabuk besi, atau bahan lain yang bundar pipih yang dilemparkan. 2.    Tehnik-tehnik lempar cakram
a.    Cara memegang cakram
Untuk memudahkan memegangnya, cakram diletakkan pada telapak tangan kiri (bagi pelempar yang tidak kidal) sedangkan telapak tangan kanan diletakkan diatas tengah cakram, keempat jari agak jarang (terbuka) menutupi pinggiran cakram (ruas jari yang terakhir menutupi cakram) sedangkan ibu jari bebas.
b.    Ada dua gaya dalam lempar cakram
•    Gaya samping
Sikap permulaan berdiri miring/menyamping kearah sasaran, sesaat akan memulai berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang, sumbu putaran pada kaki kiri (telapak kaki bagian depan atau ujung) selama berputar lengan kanan selalu di belakang, pada posisi melempar badan merendah lengan kanan di belakang pandangan ke arah sasaran, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan melangkah ke depan berpijak dibekas telapak kaki kiri yang saat itu telah berayun ke belakang.
•    Gaya belakang
Sikap pertama berdiri membelakangi arah lemparan sesaat akan berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang pandangan mulai melirik ke kiri, saat mulai berputar ujung telapak kaki kiri sebagai sumbu dan tolakan kaki kiri itu pula badan meluncur ke arah lemparan, kaki kanan secepatnya diayun memutar ke kiri untuk berpijak, sesaat kaki kanan mendarat kaki kiri dengan cepat pula diayum ke kiri untuk berpijak dan terjadilah sikap lempar, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan segera diayun ke depan dan kaki kiri diayun ke belakang.

3.    Peraturan dalam lempar cakram
Lempar cakram harus dimulai dengan sikap berdiri seimbang dengan lingkaran lempar tanpa menginjak garis lingkaran. Pelempar tidak boleh meninggalkan lingkaran lempar sebelum juri mengatakan sah posisi berdirinya melalui setengah lingkaran bagian dalam.pelempar boleh menyentuh dinding bagian dalam dari balok batas lemparan tetapi tidak boleh menyentuh bagian atasnya. Lemparan akan diukur dengan lemparan yang ditarik dari bekas jatuhnya cakram yang terdekat ketepi dalam balok. Bila peserta lebih dari 8 orang, maka peserta akan diberi hak melempar sebanyak 3 kali, kemudian akan ditentukan 8 pelempar terbaik untuk mengikuti babak berikutnya (final). Bila peserta lomba 8 orang atau kurang, kesempatan melempar sebanyak 6 kali langsung final.
Lingkaran lemparan tersebut terbuat dari besi, baja atau bahan lain yang sesuai. Bagian atasnya dipasang rata dengan tanah diluarnya. Bagian dalam terbuat dari semen, aspal atau bahan lain yang kokoh tetapi tidak licin permukaannya bagian dalam harus datar lebih rendah 14 mm sampai 26 mm dari sisi atas tepi lingkaran.
Ukuran garis tengah sebelah dalam lingkaran lempar adalah 2,5 m, tebal besi lingkaran lempar 6 mm dan harus dicat putih. Garis putih selebar 5 cm harus ditarik dari bagian atas lingkaran besi sepanjang 75 cm pada kedua sisi lingkaran.
4.    Faktor-fakor yang mempengaruhi prestasi dalam lempar cakram
a.    Faktor internal atau dari dalam atlet
1.    Kesehatan fisik dan mental yang baik
Kita sebagai manusia terbentuk dari unsur jasmani dan rohani, keduanya memegang peranan penting dan tidak dapat dipisah satu dengan yang lainnya karena saling mempengaruhi. Apabila fisik terganggu oleh suatu penyakit maka faktor fsikispun ikut terganggu. Oleh karena itu kesehatan fisik harus selalu dijaga agar tetap dalam keadaan sehat.
Dengan demikian faktor psikis, pemeliharaan dapat dilakukan dengan jalan pemeliharaan suasana lingkungan sehat sehingga pikiran tetap jernih, serta perasaaan tenteram dan sebagainya, menentukan karena segala kegiatan dalm mencapai prestasi memerlukan pembiayaan yang cukup besar.
b.    Faktor-faktor eksternal (dari dalam atlet)
1.    Lingkungan keluarga
Keluarga dapat dinyatakan sebagai suatu kelompok atau unit terkecil dari masyarakat yang didalamnya terdapat hubungan erat antara anggota-anggotanya. Orang tua dalam suatu keluarga mendidik anaknya secara kodrati dengan memberi dorongan.
2.    Latihan
Latihan adalah suatu proses mempersiapkan organisme atlet secara sistematis untuk mencapai mutu, prestasi maksimal dengan diberi beban latihan fisik dan mental yang teratur, terarah, meningkat dan berulang-ulang (Rusli Nursalam, 1990 : 19).
Petunjuk latihan
Pada dasarnya tidak terdapat perbedaan kebutuhan latihan bagi para pelempar, jika terdapat perbedaan hanya terdapat pada latihan tehnis yang dilakukan (Sugito, 1994 : 232).
Secara garis besar disamping kebutuhan latihan untuk meningkatkan kebutuhan tehnik nomor lempar yang dipilih para pelempar membutuhkan latihan-latihan sebagai berikut :
1.    Latihan kekuatan
Pelempar yang ingin berhasil harus mengembangkan kekuatan otot-ototnya dengan latihan beban atau weight training. Prinsip-prinsip weight training adalah kesedian untuk mengulang-ulang apa yang dipelajari. Gerakan dilang berkali-kali sehingga pada akhirnya gerakan-gerakan itu dapat dilaksanakan tanpa memikir, segala sesuatu sudah berlangsung secara otomatis, cepat dan efesien. Latihan harus cukup berat sehingga dapat merangsang adaptasi-adaptasi dalam badan. Latihan yang ringan tidak akan menimbulkan kemajuan dalam kemampuan begitu pula sebaliknya. Latihan-latihan harus ditingkatkan, latihan harus teratur. Pada akhirnya kemampuan berprestasi ini dibatasi oleh bakat yang tersimpan didalam anak (Bambang Wijanarko, 1994 : 113).
Dalam memilih macam latihan hendaknya disesuaikan dengan nomor lempar yang diikuti, pada masa persiapan tahap kedua dapat dilakukan 2 kali dalam seminggu, dan pada masa perlombaan masih dapat dilakukan sekali seminggu.
2.    Latihan kecepatan
Seorang pelempar tidak hanya harus kuat, tetapi juga mampu bergerak dengan cepat. Bagi pelempar, kecepatan akan memberikan kekuatan eksplosif yang sangat berguna untuk meningkat prestasi lempar. Latihan kecepatan bagi para pelempar dapat berupa : lari 30 meter, loncat tegap, jingkat 3 kali dan pul-up.
3.    Latihan daya tahan
Seorang pelempar juga harus mempunyai daya tahan. Ini dapat dicapai dengan latihan gross country serta lari interval.
4.    Latihan kelincahan dan keterampilan
Seorang pelempar harus juga memiliki kelincahan dan keterampilan. Ini dapat dicapai dengan latihan : senam lantai dan senam ketangkasan, loncat tali (rope skiping). E.    Pengaruh panjang lengan terhadap prestasi lempar cakram
Pengaruh lengan terhadap prestasi lempar pada umumnya sangat besar, ditinjau dari fungsi lengan sebagai penahan, pemegang dan sebagai alat lemparan terakhir dengan gaya lenting. Fungsi lengan dalam lemparan ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan otot lengan adalah kekuatan otot-otot atau kelompok otot untuk mengatasi suatu beban dalam menjalankan suatu aktivitas (Abdul Hamid Syeeh Nur, 1993 : 135).
Makin tinggi dan besar pelempar cakram, makin baik adanya. Pelempar dengan lengan panjang akan lebih menguntungkan daripada berlengan pendek. Sebab lengan yang panjang mempunyai jangkauan ayunan yang lebih jauh (Winarno surachman, 1992 : 20). Menunjukkan bahwa bukti akan kebenaran pendapat diatas. Oleh karena itu para Pembina olahraga khususnya pelempar cakram perlu kiranya memperhatikan postur atau bentuk tubuh merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian preastasi yang maksimal (Soeharno HP, 1985
Seorang yang mempunyai tubuh yang lebih tinggi dan besar sudah jelas mempunyai jangkauan yang lebih jauh daripada yang mempunyai bentuk tubuh pendek yang pada gilirannya tidak akan mampu melempar yang lebih jauh.





https://ciniacinau.wordpress.com/lempar-cakram-sejarah-pengertianteknik-peraturan-bermain-lapangan/

LEMPAR LEMBING

Pengertian Lempar lembing merupakan salah satu cabang olahraga atletik nomor lempar. Lembing adalah alat yang digunakan dalam olahraga ini. Alat ini berbentuk seperti tombak dengan sudut tajam di salah satu ujungnya. Pada dasarnya lempar lembing berarti melempar lembing dari tangan dengan sekuat tenaga untuk memperoleh jarak lemparan sejauh mungkin.


1.  Teknik Dasar Lempar Lembing
Dalam lempar lembing terdapat beberapa teknik dasar yang harus diketahui. Teknik dasar tersebut meliputi cara memegang, membawa, dan melempar lembing.
a.  Memegang Lembing
Cara memegang lembing yang biasa dilakukan para pelempar, yaitu cara Amerika dan cara Finlandia.
1)  Cara Amerika
Pegang lembing di bagian belakang lilitan lembing dengan jari telunjuk melingkar di belakang lilitan dan ibu jari menekannya di bagian permukaan yang lain. Sementara itu, jari-jari lain turut melingkar di badan lembing dengan longgar.

Baca: Teknik Dasar Guling Lenting Senam Lantai
2)  Cara Finlandia 
Pegang lembing pada bagian belakang lilitan dengan jari tengah dan ibu jari, sementara telunjuk berada sepanjang batang lembing dan agak serong ke arah yang wajar. Jari-jari lainnya turut melingkar di badan lembing dengan longgar. 
Cara memegang lembing
Gambar: Cara memegang lembing: a) cara Amerika dan b) cara Finlandia
b.  Membawa Lembing
Ada tiga cara membawa lembing yang biasa digunakan pelempar saat melakukan awalan, di antaranya sebagai berikut.
  1. Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong ke atas.
  2. Lembing dibawa di belakang badan sepanjang alur lengan dengan mata lembing menghadap ke arah depan serong ke atas.
  3. Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong ke arah bawah.
Cara membawa lembing
Gambar: Cara membawa lembing
c.  Melempar Lembing
Melempar lembing terbagi menjadi beberapa tahap yaitu awalan, lemparan, dan akhiran.
1)  Awalan
Awalan berlari sambil membawa lembing di atas kepala dengan lengan ditekuk, sikut menghadap ke depan dan telapak tangan menghadap atas. Posisi lembing berada sejajar di atas garis paralel dengan tanah. Bagian terakhir awalan terdiri atas langkah silang (cross step). Pada bagian akhir dapat dilakukan langkah dengan beberapa cara berikut.
  • Dengan jingkat (hop step)
  • Dengan langkah silang di depan (cross step)
  • Dengan langkah silang di belakang (rear cross step)


Proses peralihan (cross step) dilakukan saat kaki diturunkan. Kedua bahu diputar perlahan ke arah kanan (bukan kidal), lengan kanan mulai bergerak dan diluruskan ke arah belakang dengan tubuh bagian atas condong ke belakang. Pandangan selalu melihat lurus ke depan
2)  Lemparan 
Pada gerak melemparkan lembing, tarik bahu kanan dan lengan melakukan gerakan melempar melalui poros bahu dengan kuat ke depan-atas. Badan bergerak melewati kaki depan, lalu melepaskan lembing.
3)  Akhiran 
Gerak akhir lemparan dilakukan dengan melangkahkan kaki ke depan untuk menyeimbangkan gerak agar tidak terjatuh dan tidak melebihi garis batas lemparan.
Gerak Lempar Lembing
Gambar: Rangkaian gerak lempar lembing
2.   Bentuk Latihan Lempar Lembing 
Berikut ini adalah bentuk-bentuk latihan yang dapat digunakan  untuk melatih lempar lembing. Mintalah pengawasan dari guru Anda saat berlatih.
a.  Melempar dari berdiri menghadap ke depan
  1. Pelempar berdiri menghadap ke depan dengan kaki terpisah selebar bahu.
  2. Lembing ditarik dan dipegang di atas kepala, menunjuk ke tanah dengan sudut runcing.
  3. Lembing dilemparkan untuk menancap di tanah 3–4 meter ke depan.

b.  Melempar berdiri menghadap ke samping
  1. Pelempar berdiri dengan kaki 60–90 cm terpisah dengan kaki menunjuk lurus ke depan.
  2. Berat badan ada di belakang, pada kaki kanan.
  3. Kepala menghadap ke depan, sedangkan pinggang dan bahu menghadap ke samping.
  4. Lembing ditarik di mana mata lembing dekat dengan mata pelempar sebelah kanan.
  5. Telapak tangan kanan menghadap ke atas dan di atas garis bahu.
  6. Memulai gerakan dengan mengangkat sedikit kaki dari tanah, dan berat badan ada pada kaki kanan yang dibengkokkan sedikit.
  7. Dorong kaki kanan dengan kuat, berporos pada telapak kaki dan meletakkan kaki kiri di tanah dengan tumit lebih dulu.
  8. Pinggang akan memutar ke depan membentuk punggung melengkung, dengan bahu, lengan, dan tangan mengikuti.
  9. Selama melakukan seluruh gerakan melempar, siku harus dipertahankan selalu dekat dengan lembing. 

Baca: Lompat di Atas Kuda-Kuda Kangkang dan Jongkok
3.   Peraturan Perlombaan Lempar Lembing
Berikut ini beberapa peraturan yang diberlakukan dalam perlombaan lempar lembing.
a.   Lembing
Lembing terbuat dari bambu dengan bagian ujung runcing yang terbuat dari logam. Lembing terdiri atas tiga bagian, yaitu mata lembing, badan lembing, dan pegangan lembing. Ukuran lembing yang digunakan untuk putra memiliki panjang 2,6–2,7 meter dan beratnya 800 gram. Sementara itu, lembing yang digunakan oleh putri memiliki panjang 2,2–2,3 meter dan beratnya 600 gram.
b.   Lapangan Lempar Lembing
Lapangan lempar lembing
Gambar: Lapangan lempar lembing
Berikut ini penjelasan tentang lapangan lempar lembing.
  1. Lintasan awal dibatasi oleh garis 5 cm dan terpisah 4 meter. Panjang lintasan minimal 30 m dan maksimal 36,5m.
  2. Lengkung lemparan dibuat dari kayu atau logam dan dicat putih selebar 7 cm. Lengkungan ini datar dengan tanah dan merupakan busur dari lingkaran yang berjari-jari 8 meter. Garis 1,5 meter terletak melilit titik pusat gravitasi lembing.
  3. Sudut lemparan dibentuk dari dua garis yang dibuat dari titik pusat lengkung-lemparan dengan sudut 29 derajat memotong kedua ujung lengkung lemparan, dengan tebal garis sektor 5 cm.

c.    Aturan Melempar
Setiap atlet berhak melempar sebanyak 3 kali. Lemparan dilakukan dengan menggunakan satu tangan. Atlet akan didiskualifikasi karena hal-hal berikut.
  1. Lembing tidak dipegang pada pembalutnya.
  2. Setelah dipanggil 2 menit belum melempar.
  3. Menyentuh besi batas lemparan sebelah atas.
  4. Setelah melempar keluar lewat garis sektor lempar.
  5. Lembing jatuh di luar garis sektor lempar.
  6. Ujung lembing tidak membekas pada tanah.
http://pengertianadalahdefinisi.blogspot.co.id/2014/03/pengertian-lempar-lembing-teknik-dasar.html

LOMPAT TINGGI

Tahapan-tahapan Gerakan Lompat Tinggi

No comments :
High%2BJump

Tahapan-tahapan Gerak Lompat Tinggi - Setiap gerakkan yang di tinjau untuk mencapai hasil tertentu, khususnya dalam aktivitas olahraga, selalu terdiri dari rangkaian gerakkan yang selalu diikuti oleh gerakkan berikutnya. Demikian pula halnya dalam lompat tinggi. Hasil ketinggian lompatan ditentukan oleh empat tahap gerakkan yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan, yaitu awalan, tumpuan , melayang dan pendaratan.

1. Awalan
Awalan merupakkan kunci pertama bagii pelompat tinggi dalam usahanya melampaui suatu ketinggian. Untuk menguasai dengan baik cara melakukan awalan perlu memperhatikan sebagai berikut :

a. Titik awal dan sudut awalan harus tepat
yang dimaksud dengan titik awalan adalah tempat berpijak atau berdiri pemula sebelum pelompat mulai melakukkan lari awalan. Oleh sebab itu awalan harus tepat dan tetap, agar banyaknya langkah, irama, dan kecepatan dalam setiap lompatann juga selalu tetap.

Mengenai sudut awalan termasuk dari masing masing gaya, misalnya gaya scots sekitar 30-45 derajad, gaya gunting sekitar 40-50 derajad, gaya guling sisi dan straddle sekitar 40 derajad, dan gaya flop sekitar 70-85 derajad, walaupun pada langkah tersebut mengecil sekitar 35-40 derajad.

b. Arah awalan terganyung kaki tumpuan
Secara teknis kaki kiri atau kanan yang di pakaiuntuk bertumpun dan menekukmdari mana pelompat harus mengambil awalan, innipun tergantung pula dari gaya yang dipakai.

c. Langkah kaki dari pelan semakin cepat, dilakukan secara wajar dan lancar (jangan dribel). Kecepatan lari pada akhir awalan tidak perlu dilakukan dengan kecepattan penuh (full speed 100%). Karena awalan pada lompat tinggi yang dilakukan secara full speed akan mempersulit dan mengurangi timbulnya daya tolakkan kaki untuk membawa badan melambung ke atas,

d. Banyak langkah tidak ada ketentuan yang pasti.
Namun pada umumnya banyak langkah sekitar antara 9-15 langkah.


2. Tumpuan 
Tumpuan dilakukan dengan kaki yang terkuat. Saat bertumpu harus tepat pada titik tumpu. Titik tumpu adalah tempat berpijakknya kaki tumpu pada saat melakukan lompatan. Untuk memperoleh kaki tumpu yang tepat haruslah dicoba berulang kali sejak menentukan titik awal, sudut awalan, irama serta banyaknya langkah.

Titik awal dikatakan tepat, apabila pada saat badan melayang diudara terlalu dekat, akibatnya mistar akan tersentuh badan pada tengah mistar. Apabila titik tumpu terlalu dekat, akibatnya misatar akan tersentuh badan pada saat pelompat masih bergerak melambung keatas. Sebaliknya apabila titik tumpu terlalu jauh , akan berakibat mistar tersentuh badan pada saat pelompat sudah bergerak turun. Disamping itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikkan pada saat melakukan tumpuan, yaitu :
  1. Menurunkan titik berat badan dengan cara menekuk lutut kaki tumpu sedemikian rupa (sekitar 130-160 derajat) sehingga menimbulkan daya tolakkan yang besar.
  2. Saat akan bertumpu posisi badan agak dicondongkan kebelakang (kecuali pada gaya Flop,kecondongan belakang ini relatif sangat kecil atau hindari sama sekali).
  3. Tumpuan dilakukkan dengan sekuat tenaga, cepat dan meledak (explosive)
  4. Menapak pada bagian tumit terlebih dahulu - seluruh telapak kaki - ujung kaki. Akhir tumpuan , kaki tumpuan harus lurus pada bagian lutut samapai pada ujung kaki.
  5. Saat bertumpu kaedua lengan bisa diayunkan serentak atau ayunan secara wajar (sepihak saja)
3. Melayang 

Gerakkan melayang di udara terjadi saat kaki tumpu lepas dari tanah. Sikap badan dan gerakkan kaki maupun lengan saat melayang melewati mistar tergantung dari masing-masing gaya. jadi gerakkan posisi badan saat melayang inilah yang memberikan ciri-ciri membedakan gaya yang satu dengan yang lain. Tiga prinsip yang perlu diperhatikan saa melayang :
  1. Saaat melewati mistar kedudukan titik berat badan sebaiknya sedekat mungkin dengan misrtar. Dalam kinesiologi dikatakan bahwa titik berat badan manusi terletak didepan dataran tulang cacrum (pinggul) bagian atas atau sekitar dibagain belakang pusar.
  2. Titik tinggi lambungan maksimal harus tetap diatas dan ditengah-tengah mistar.
  3. Dilakukan dengan tenaga yang sedikit mungkin dan secara sadar, agar dapat menghindari gerakkan-gerakkan yang tidak perlu.
4. Pendaratan
Pendarattan merupakkan tahapan terakhir dari proses gerakkan beruntun suatu lompatan. Cara melakukan dan sikap badan saat mendarat tergantung dari masing-masing gaya. Disini ada dua prinsip yang perlu diperhatikan :
  1. Dilakukan dengan standar
  2. Posisi badan harus sedemikian rupa sehingga tidak mengakibatkan rasa sakit atau cidera.
Demikan Tahapan-tahapan Gerak Lompat Tinggi, semoga bermanfaat!
 
 
 
http://www.aak-share.com/2015/04/tahapan-tahapan-gerak-lompat-tinggi.html

JUMPING JACK

Jumping Jack, Latihan Menyenangkan Untuk Membakar Lemak

Bersepeda, berlari dan berenang merupakan contoh latihan yang melibatkan hampir semua otot utama, sehingga dapat memacu kerja jantung dan meningkatkan pembakaran kalori. Namun tidak semua orang bisa meluangkan waktu melakukan latihan ini, sehingga mereka cenderung meniggalkan kebiasaan baik ini.

Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi, jika Anda menemukan latihan pengganti yang yang bisa Anda lakukan di sela-sela kesibukan dan tidak menyita waktu Anda, yaitu latihan jumping jack.
Sama halnya dengan latihan aerobik lainnya, latihan jumping jack juga dapat meningkatkan detak jantung Anda, meningkatkan aliran darah dan menyalurkan oksigen lebih banyak dalam darah menuju otot. Seiring meningkatnya detak jantung saat jumping jack, pembakaran kalori pun akan meningkat yang berujung pada pembakaran lemak tubuh yang lebih efisien.

Bakar Lemak Lebih Cepat Di Sini!
Latihan jumping jack merupakan latihan yang berbasis pada full body workout, yaitu latihan yang melibatkan otot-otot besar tubuh untuk tetap aktif bergerak selama latihan. Otot tubuh yang aktif bergerak saat latihan jumping jack antara lain, otot kaki, otot perut, dan otot lengan. Untuk melatih lebih banyak otot, Anda bisa menambahkan intensitas pada latihan ini dengan cara menambahkan squat saat Anda turun dari lompatan. Dengan cara ini, akan lebih banyak otot yang terlatih seperti, otot pinggang, paha, dan punggung, sekaligus meningkatkan keseimbangan tubuh Anda.
Melakukan jumping jack juga merangsang tubuh untuk melakukan reaksi kimia, yaitu dengan melepaskan hormon endorfin yang berguna untuk memberikan perasaan tenang dan puas yang dapat meredakan stres, sekaligus mengurangi rasa sakit usai latihan. Selain itu, pernapasan dalam yang Anda lakukan selama latihan, juga efektif untuk mempertajam fokus dan energi Anda. Untuk meredakan stress dengan latihan jumping jack, lakukan latihan ini setidaknya selama 20 menit. Jika Anda tidak mampu melakukannya terus menerus, iringi dengan gerakan jalan di tempat atau jogging di tempat.
Untuk pembakaran lemak lebih maksimal, Anda juga bisa melakukan latihan jumping jack dalam intensitas tinggi. Caranya, lakukan jumping jack selama 1 menit untuk meningkatkan detak jantung Anda, kemudian istirahat selama 1 menit. Selanjutnya, untuk meningkatkan pembakaran lemak Anda, lakukan jalan cepat selama 5 menit lanjutkan dengan jumping jack 1 menit, kembali jalan cepat 5 menit dan seterusnya. Untuk pembakaran lemak lebih maksimal, ulangi rotasi ini selama 20-30 menit.
Nah, sekarang Anda tidak butuh banyak waktu untuk berolahraga bukan? Bahkan dengan melakukan latihan singkat seperti jumping jack, Anda masih bisa membakar lemak di tengah kesibukan Anda. Selamat berlatih.

http://duniafitnes.com/fat-loss/jumping-jack-latihan-menyenangkan-untuk-membakar-lemak.html

BACK UP

Latihan Back Up merupakan senam dasar yang bertujuan untuk melatih kekuatan otot-otot bagian punggung.
berikut adalah langkah-langkah melakukan Back Up yang benar.
1.lakukankah dengan posisi tidur tengkurap
2.posisi badan dan kaki harus lurus, kedua siku ditekuk dan ujung tangan memegang pelipis kanan dan kiri.
3.angkatlah badan keatas, dengan kedua kaki tetap lurus menempel lantai.
4. turunkan badan, sehingga posisinya kembali seperti posisi semula.
5. lakukanlah berulang ulang sesuai kemampuan anda.
dalam melakukan senam ini dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan teman.

http://bagibacaan.blogspot.co.id/2013/02/latihan-back-up.html

shit up

Cara melakukan sit up yang baik dan benar dapat melatih dan membentuk otot perut menjadi sixpack. Ada yang bilang untuk mengecilkan perut, Anda harus melakukan sit up. Pernyataan tersebut salah besar, karena sit up tidak dapat membakar lemak. Namun sit up berfungsi untuk memahat perut menjadi lebih indah.
Jadi bagi Anda yang masih memiliki perut buncit, sebaiknya bakar lemak terlebih dahulu dengan latihan kerdio seperti berlari atau jogging, bersepeda dan berenang.

Cara Melakukan Sit Up

cara melakukan sit up
image : www.feelrich.com

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memulai latihan sit up:
  • Mintalah bantuan teman jika Anda merasa kesulitan menjaga tumit agar tetap berada diatas lantai.
  • Lakukan pernafasan yang baik yang benar saat melakukan sit up, hembuskan nafas melalui mulit ketika mengangkat badan dan tarik nafas melalui hidung ketika badan turun.
  • Bagi pemula atau yang masih baru memulai sit up, sebaiknya jangan berlebihan dan lakukan hanya beberapa kali saja agar otot tidak tertarik.
  • Setelah perut kuat, Anda dapat menambah variasi dan jumlah repetisi porsi latihan. Namun jangan berlebihan dalam melakukan latihan.
  • Hindari latihan sit up jika Anda didiagnosa terkena osteoporosis, karena menekuk tulang belakang dalam posisi sit-up dapat meningkatkan tekanan pada tulang dan beresiko mengalami stress fracture atau patah tulang yang disebabkan oleh tekanan.


 
image : wikihow.com

Cara Melakukan Sit Up yang Baik dan Benar

1. Langkah awal, tekuk lutut dengan bola kaki dan tumit ditempatkan rata dengan tanah.

2. Letakkan tangan di atas bahu yang berlawanan, sehingga kedua lengan Anda bersilangan di atas dada, atau di belakang kepala seperti yang terlihat pada gambar diatas. Ini memungkinkan Anda mencapai titik kenaikan sentral.

3. Kencangkan otot perut secara lembut dengan menarik pusar ke arah tulang belakang Anda.

4. Dengan tetap menjaga agar tumit tetap di atas lantai dan jari-jari kaki rata dengan lantai, secara perlahan dan lembut angkat terlebih dahulu kepala, diikuti oleh tulang belikat Anda. Fokuskan mata Anda pada lutut Anda yang ditekuk, sambil mengontraksi otot-otot perut dengan lembut. Tarik tubuh Anda dari lantai sampai Anda mencapai sudut sembilan


http://caramengecilkan-perutbuncit.blogspot.co.id/2015/02/cara-melakukan-sit-up-untuk-melatih.html

PUSH UP

Push up merupakan salah satu latihan yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang. Baik yang melakukannya sendiri di rumah atau tempat olahraga lainnya. Namun yang masih belum banyak dipahami adalah cara push up yang benar. Sehingga banyak yang merasa melakukan push up dengan benar tetapi mengeluh tidak ada perubahan terjadi pada tubuhnya atau rasa sakit yang muncul setelah berolah raga.
Cara push up yang benar – Shutterstock
Cara push up yang benar – Shutterstock

Cara Push Up yang Benar dan Tepat

Melakukan olahraga identik dengan meningkatnya kesehatan tubuh. Tetapi olahraga yang caranya dan intensitasnya salah maka bukan kesehatan didapatkan tetapi justru penyakit. Maka anda harus memahami bagaimana melakukan olahraga dengan baik dan benar agar tidak sampai terjadi cedera atau efek samping lainnya.
Push up merupakan teknik latihan yang berkaitan dengan otot tangan, namun jika melakukannya dengan benar maka bisa berpengaruh terhadap otot perut. Berikut cara push up yang baik dan benar untuk diaplikasikan sehari-hari.
  • Tengkurap dengan posisi kaki rapat. Untuk laki-laki hanya telapak tangan dan ujung kaki yang menempel lantai, sedangkan perempuan bisa menempelkan lutut juga
  • Mulai angkat berat badan anda dengan kekuatan tangan. Upayakan terbentuk garis lurus dari kepala sampai ke kaki
  • Sebaiknya posisi kepala selalu menghadap ke depan
  • Atur pernapasan dengan baik saat harus naik dan turun
Perhatikan setiap langkah agar tidak sampai terjadi cedera pada otot anda. Melakukan pemanasan terlebih dahulu atau hanya sekedar melenturkan anggota tubuh sangat diperlukan sebelum melakukan latihan. Mengenai jumlah haruslah bertahap, jangan langsung mengambil push up dalam terlalu banyak hanya karena ingin lebih cepat mendapatkan otot yang lebih besar.
Teknik push up yang benar - Shutterstock
Teknik push up yang benar – Shutterstock

Memahami Teknik Push Up yang Benar

Selain cara push up yang benar, anda harus memperhatikan intensitas latihan. Kurang olahraga dapat membuat tubuh menjadi lemas dan banyak timbunan lemak. Tetapi terlalu berlebihan juga akan menimbulkan efek samping yang tidak baik bagi kesehatan, begitu juga otot anda. Sehingga penting untuk dapat mengukur olahraga yang tepat untuk diri sendiri.
Ada tiga jenis push up yang biasa dilakukan sesuai kekuatan masing-masing orang sebagai berikut :
  • Dengan menggunakan kedua tangan yang diletakkan lurus dengan bahu anda
  • Menyatukan kedua tangan sehingga posisi tangan menjadi miring, sehingga beban tubuh akan semakin berat. Teknik ini bisa dilakukan jika anda sudah terbiasa menggunakan teknik yang biasa untuk menaikkan beban latihan
  • Melebarkan tangan melebihi bahu anda untuk melatih bagian dada agar menjadi lebih bidang untuk laki-laki
Anda harus menyesuaikan cara push up yang benar dengan kekuatan, sehingga tidak perlu memaksakan diri untuk mendapatkan hasil lebih cepat. Hal tersebut bisa membuat cedera atau menyebabkan bentuk otot menjadi tidak baik dan untuk jangka waktu lama. Anda hanya perlu melakukan peningkatan secara bertahap setiap waktunya.

http://sehatalamiku.com/cara-push-up-yang-benar-untuk-hasil-lebih-maksimal/

Artikel Sehat Alami ini dikenal, sbb :

cara push up yang benar -cara push up -cara teknik push up -push up yang benar -teknik push up -waktu yang baik saat melakukan pushup -penyebab push up bisa membuat bahu sakit -olahraga push up yang baik untuk tubuh -maksimal push up -latihan pushup yang benar -jumlah push up agar hasil maksimal -Ciri ciri push up -cara yg baik push up -posisi kepala yg benar saat push up -posisi push up yang benar -posisi push-up yang benar -trik push up lama -tips setelah push up? -tips push up -tempat sesuai push up di rumah -teknik fus up yang benar -sering push up bisa buat badan -push yang bagus buat laki laki -push up yg benar dan salah -Push up yg benar -push up dngan benar -cara supaya tidak sakit badan setelah push up -cara push yanh benar -cara melakukan push up yang baik dan benar -cara melakukan push up dengan benar -cara melakukan push ip dengan lama -cara latihan push up yang tadinya lemes -cara kick up yg benar -cara fusup yg baik dan benar -cara atasi tangan sakit habis push up -cara agar pust up dan shit up dapat banyak -bagaimana cara pus ap yang baik -bagaimana cara melakukan push up yang baik dan benar -cara melatih otot agar bisa push up -cara melatih sanda yang benar -cara pus ap yang benar -cara push up yg benar supaya todak cape -cara push up yg benar -cara push up yang benar agar maksimal -cara push up yang bagus -cara push up untuk kekuatan tangan -cara push up dapat banyak -cara push up agar hasi lebih banyak -Cara pusap yang benar -Cara Pus ap yg benar -