Minggu, 22 November 2015

PULL UP

Cara Melakukan PULL-UP yang Baik dan Benar





Mungkin gerakan yang satu ini memang terlihat sulit dilakukan, gerakan yang satu ini juga termasukan gerakan yang cukup ekstrim yaitu mengankat seluruh tubuh keatas (Bobot Tubuh) yap ..... gerakan yang satu ini adalah "PULL-UP". PULL-UP memang terlihat susah bagi seseorang yang Belum pernah melakukan gerakan ini sebelumnya, dan juga ada orang yang sudah melakukannya dengan jumlah repetisi dan jumlah  set yang banyak NAMUN! ... masih SALAH! .... oleh karena itu saya akan memberi tahu cara / gerakan PULL-UP yang baik dan benar serta banyaknya feature dan rep ketika kita melakukan PULL-UP dan tidak ketinggalan juga mengenai bagian otot yang dilatih ketika melakukan PULL-UP.



Langkah-langkah melakukan PULL-UP yang baik dan benar:

1). Posisikan tubuh tegak
2). Buat posisi tangan selebar bahu / lebih lebat sedikit dari bahu
3). Lalu gantungkan kedua tangan disalib PULL-UP/kusen rumah
4). Silangkan kaki dan tekuk lutut hingga membentuk huruf V
5). Angkat tubuh keatas sampai kepala melebihi tiang palang PULL-UP / kusen rumah
6) Turunkan tubuh secara perlahan
7). Dan lakukan gerakan seperti berikut secara berulang-ulang, dan jangan lupa untuk mengatur nafas ketika melakukan PULL-UP

Banyaknya Set: 3-4
Banyaknya Repetisi: 8-15 (Minimal semampunya saja)
Otot-otot yang dilatih ketika melakukan PULL-UP yaitu:
1). Biceps
2). Shoulder (Bahu)
3). Back (Punggung)
4). Fore Arms
5). Abs / Abdominal (Perut)
Mungkin itu saja informasi yang bisa saya berikan Terima Kasih.
 
 
http://94danisyahputra.blogspot.co.id/2014/03/cara-melakukan-pull-up-yang-baik-dan.html

LOMPAT JAUH

Lompat Jauh
A. Pengertian Lompat Jauh
Lompat jauh merupakan salah satu nomor lompat dari cabang olahraga atletik yang paling populer dan paling sering dilombakan dalam kompetisi kelas dunia, termasuk Olimpiade. Lompat jauh adalah suatu gerakan melompat ke depan atas dalam upaya membawa titik berat badan selama mungkin di udara (melayang di udara) yang dilakukan dengan cepat dan dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya.
Lompat jauh merupakan suatu gerakan melompat yang menggunakan tumpuan pada satu kaki untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. Sasaran dan tujuan lompat jauh adalah untuk mencapai jarak lompatan sejauh mungkin ke sebuah titik pendaratan atau bak lompat. Jarak lompatan diukur dari papan tolakan sampai ke batas terdekat dari letak titik pendaratan yang dihasilkan oleh bagian tubuh.
B.  BENTUK LATIHAN
1.       Lompat Jauh Gaya Jongkok (Gaya Orthodok)
                        Awalan
·         Berfungsi untuk mendapatkan kecepatan pada waktu akan melompat.
·         Dilakukan dengan lari secepat-cepatnya dari jarak 40-45 m pada sebuah lintasan.
·         Tidak diperkenankan untuk merubah kecepatan dan langkah saat akan menolak pada papan tumpuan.
Tolakan
·         Merupakan upaya pelompat melakukan tolakan pada papan tumpuan menggunakan kaki yang terkuat dengan mengubah kecepatan horizontal ke kecepatan vertikal.
·         Saat kaki melakukan tolakan, posisi badan lebih ditegakkan, dan kaki belakang serta kedua lengan diayunkan ke depan atas.
·         Urutan tolakan kaki pada papan tumpuan, dimulai dari tumit, telapak kaki diteruskan pada ujung telapak kaki.
Di udara
·         Kedua lutut tertekuk
·         Kedua lengan di samping kepala
·         Saat akan mendarat kaki dan lengan diluruskan ke depan bersamaan berat badan di bawa ke depan
Mendarat
·         Mendarat pada bak lompat diawali dengan kedua tumit kaki dan kedua kaki agak rapat.
·         Lutut tertekuk dan mengeper dalam posisi jongkok bersamaan berat badan di bawa ke depan.   Ke dua lengan di depan menyentuh tempat pendaratan serta pandangan ke depan.
2.   Lompat Jauh Gaya Menggantung (Gaya Schnepper)
Dalam penggunaan teknik lompat jauh yang sebenarnya, perbedaannya terletak pada teknik saat di udara, baik lompat jauh gaya jongkok maupun gaya menggantung.
Awalan
·         Lari secepat-cepatnya.
·         Tidak mengubah kecepatan dan langkah saat akan bertumpu pada papan tumpuan.
Tolakan
·         Saat kaki tumpu menolak pada papan tumpuan, posisi badan lebih ditegakkan.
·          Urutan tumpuan kaki menolak pada papan tumpuan, mulai dari tumit, telapak kaki diteruskan pada ujung telapak kaki.
·         Gerak mengayun kaki belakang ke depan atas bersamaan dengan kedua lengan
Sikap di Udara
·         Badan melenting ke belakang
·         Kedua lengan lurus ke atas di samping telinga.
·         Kedua kaki hampir rapat di belakang badan.
Mendarat
·         Dari sikap di udara, kedua lengan luruskan ke depan.
·         Kedua lutut dan badan dibawa ke depan
·         Saat kedua kaki akan menyentuh tempat pendaratan, luruskan ke depan dan mendarat dengan kedua tumit terlebih dahulu.
·         Saat kedua kaki mendarat kedua lutut mengepet dan berat badan dibawa kedepan.
3.    Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara (Walking in the Air)
           Ancang-ancang
·         Tergantung tingkat prestasi, lari ancang-ancang beragam antara 10 lengkah (untuk pemula) sampai 20 langkah (untuk atlet)
·         Tambah kecepatan lari ancang-ancang sedikit –demi sedikit sampai sebelum bertolak
·         Pinggang turun sedikit pada satu langkah akhir ancang-ancang
Tolakan
·         Ayunkan paha kaki bebas cepat ke posisi horizontal dan pertahankan
·         Luruskan sendi mata kaki, lutut dan pinggang pada waktu bertolak.
·         Bertolak ke depan atas
Melayang/Berjalan di Udara
·         Sesudah bertolak, tariklah kaki bebas ke bawah dan belakang
·         Pada saat yang sama, tariklah kaki yang bertolak ke depan dan ke atas.
Mendarat
·         Tariklah lengan dan tbuh ke depan-bawah. Tariklah kaki mendekati badan.
·         Luruskan kaki dan tekuk lagi sedikit sesaat sebelum menyentuh pasir.
·         Bila kaki telah mendarat di pasir, duduklah atas kedua kaki.
C. Teknik Lompat Jauh
Lompat  jauh  mempunyai  empat  fase  gerakan,  yaitu  awalan,  tolakan, melayang dan mendarat serta terdapat tiga macam gaya yang membedakan antara gaya yang satu dengan gaya yang lainnya pada saat melayang diudara. Uraian mengenai keempat fase gerakan dalam lompat jauh adalah sebagai berikut:
Teknik atau kelangsungan dari gerakan lompat jauh dapat dibagi sebagai berikut:
1.        Awalan atau ancang-ancang
Tujuan ancang-ancang adalah untuk mendapatkan kecepatan yang setinggi-tingginya agar dorongan massa ke depan lebih besar. Latihan kecepatan awalan dapat dilakukan dengan latihan-latihan sprint 10 - 20 meter yang di lakukan berulang-ulang. Panjang langkah, jumlah langkah, dan kecepatan berlari dalam mengambil awalan harus selalu sama. Menjelang tiga sampai empat langkah sebelum balok tumpu, seorang pelompat harus dapat berkonsentrasi untuk dapat melakukan tumpuan dengan kuat. Dengan catatan tanpa mengurangi kecepatan.
 Jarak ancang-ancang tergantung kematangan dan kemampuan berekselerasi atas kecepatannya, dan untuk meningkatkan kemampuan kecepatan ancang-ancang diperlukan program latihan yang baik, dan juga ketepatan menumpu. Sebagai pelatihan pemberian jarak ancang-ancang yang pendek dengan dimulai dari 5 langkah, 7 langkah, 9 langkah dan seterusnya sambil memperhatikan kaki saat menumpu.
Panjang awalan untuk melaksanakan awalan lompat jauh tidak kurang dari 45 meter.
Cara melakukan awalan atau ancang-ancang lompat jauh sebagai berikut:
1)  Lari ancang-ancang tergantung pada kemampuan masing-masing.
2)  Tambah kecepatan lari ancang-ancang sedikit demi sedikit sebelum bertumpu atau bertolak pada balok tumpu.
3)  Pinggang diturunkan sedikitpada satu langkah akhir ancang-ancang.
2.        Tumpuan atau tolakan
Merupakan suatu gerakan yang penting untuk menentukan hasil lompatan yang sempurrna. Badan sewaktu menumpu jangan terlalu condong seperti halnya melakukan lari/ ancang-ancang. Tumpuan harus kuat, cepat dan aktif keseimbangan badan dijaga agar tidak oleng/ goyang. Berat badan sedikit di depan titik tumpu, gerakan kaki menelapak dari tumit ke ujung kaki, dengan tempo yang cepat. Gerakan ayunan lengan sangat membantu menambah ketinggian dan juga menjaga keseimbangan badan. 
Tumpuan atau tolakan kaki harus kuat agar tercapai tinggi lompatan yang cukup tanpa kehilangan kecepatan maju. Kaki ayun digerakkan secara aktif agar membantu menaikkan badan dan menjaga keseimbangan berat badan sedikit di depan titik tumpuan.
Cara melakukan tumpuan atau tolakan sebagai berikut:
1) Ayunkan paha dan kaki keposisi horizontal dan dipertahankan.
2) Luruskan sendi mata kaki,lutut, dan pinggang pada waktumelakukan tolakan.
3) Bertolaklah ke depan dan ke atas.
4) Sudut tolakan45 derajat.
3.        Melayang diudara
Gerakan melayang pada saat setelah meninggalkan balok tumpuan dan diupayakan keseimbangan tetap terjaga dengan bantuan ayunan kedua tangan sehingga bergerak di udara. Untuk melakukan gerak ini terdapat beberapa teknik. Yang Pertama, Melayang dengan sikap jongkok dengan cara waktu menumpu kaki ayun mengangkat lutut setinggi-tingginya dan disusul oleh kaki tumpu dan kemudian sebelum mendarat kedua kaki di bawa ke arah depan. Yang Kedua, Melayang dengan sikap bergantung cara melakukanya yaitu waktu menumpu kaki ayun dibiarkan tergantung lurus, badan tegak kemudian disusul oleh kaki tumpu dengan sikap lutut ditekuk sambil pinggul didorong ke depan yang kemudian ke-dua lengan direntangkan ke atas. Keseimbangan badan perlu diperhatikan agar tetap terpelihara hingga mendarat.
4.        Mendarat
Gerakan-gerakan waktu pendaratan harus dua kaki. Yang perlu diperhatikan saat mendarat adalah kedua kaki mendarat secara bersamaan diikuti dengan dorongan pinggul ke depan sehingga badan tidak cenderung jatuh ke belakang yang berakibat merugikan si pelompat itu sendiri. Untuk menghindarkan pendaratan pada pantat, kepala ditundukkan dan lengan diayunkan ke depan sewaktu kaki menyentuh pasir. Titik berat badan akan melampui titik pendaratan kaki di pasir. Kaki tidak kaku dan tegang, melainkan lemas dan lentur. Maka sendi lutut harus siap menekuk pada saat yang tepat. Gerakan ini memerlukan waktu (timing) yang tepat.


http://guardians2504.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-teknik-dan-gaya-dalam-lompat.html

TOLAK PELURU

Tahapan Cara Melakukan Tolak Peluru Dengan Benar  ~ Tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar (peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. Berat peluru yang digunakan dalam perlombaan adalah 7,25 kg (untuk putera) dan 4 kg (untuk puteri). 
Gaya tolak peluru yang sering digunakan pada tolak peluru, yaitu gaya lama atau gaya ortodoks dan gaya baru atau gaya O`Brian. Kalau ada gaya lain hanyalah merupakan variasi dari kedua gaya tersebut. Tujuan tolak peluru adalah menolak sejauh-jauhnya untuk memperoleh prestasi yang optimal. Untuk mencapai tolakan yang jauh, seorang atlet harus memahami dan menguasai teknik tolak peluru. Teknik tolak peluru ada empat macam, yaitu: Cara memegang peluru, sikap badan saat akan menolakkan peluru, cara menolakkan peluru, dan sikap badan setelah menolakkan peluru. Keempat teknik tolak peluru tersebut akan volimaniak uraikan satu-persatu sebagai berikut.

Agar bisa melakukan tolak peluru dengan benar ada beberapa Tahapan pembelajaran  tolak peluru, hal ini agar anda bisa melakukannya dengan benar. coba anda ikuti beberapa tahapan pembelajaran tolak peluru dibawah ini :

Tahapan Cara Melakukan Tolak Peluru Dengan Benar



a. Pembelajaran Cara Memegang Peluru


Peluru dipegang dengan jari-jari tangan dan terletak pada telapak tangan bagian atas. Cara melakukan memegang peluru adalah sebagai berikut.
Teknik tolak peluru
  1. Peluru diletakkan pada telapak tangan bagian atas atau pada ujung telapak tangan yang dekat dengan jari-jari tangan.
  2. Jari-jari tangan direnggangkan atau dibuka (jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk) dipergunakan untuk menahan dan memegang peluru bagian belakang.
  3. Jari kelingking dan ibu jari digunakan untuk memegang/menahan peluru bagian samping, yaitu agar peluru tidak tergelincir ke dalam atau ke luar.
  4. Setelah peluru tersebut dapat dipegang dengan baik, kemudian letakkan pada bahu dan menempel (melekat) di leher. Siku diangkat ke samping sedikit agak serong ke depan. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 129
  5. Pada waktu memegang dan meletakkan peluru pada bahu, usahakan agar keadaan seluruh badan dan tangan jangan sampai kaku, tetapi harus dalam keadaan lemas (rileks). Tangan dan lengan yang lain membantu menjaga keseimbangan.
    http://volimaniak.blogspot.com/

b. Pembelajaran Sikap Badan Saat Akan Menolak


Cara melakukan sikap badan saat akan menolak peluru adalah sebagai berikut.
  1. Berdiri tegak menyamping ke arah tolakan, kedua kaki dibuka lebar (kangkang).
  2. Kaki kiri lurus ke depan, kaki kanan dengan lutut dibengkokkan ke depan sedikit agak serong ke samping kanan.
  3. Berat badan berada pada kaki kanan, badan agak condong ke samping kanan. Tangan kanan memegang peluru pada bahu (pundak), tangan kiri dengan sikut dibengkokkan berada di depan
sedikit agak serong ke atas lemas.
  • Tangan kiri berfungsi untuk membantu dan menjaga keseimbangan. Pandangan tertuju ke arah tolakan.
    http://volimaniak.blogspot.com/

  • c. Pembelajaran Cara Menolakkan Peluru


    Cara melakukan cara menolakkan peluru adalah sebagai berikut :
    http://volimaniak.blogspot.com/
    1. Bersamaan dengan memutar badan ke arah tolakan, siku ditarik serong ke atas ke belakang (ke arah samping kiri), pinggul dan pinggang serta perut di dorong ke depan agak ke atas hingga dada terbuka menghadap ke depan serong ke atas ke arah tolakan. Dagu diangkat atau agak ditengadahkan, pandangan tertuju ke arah tolakan.
    2. Saat seluruh badan (dada) menghadap ke arah tolakan, secepatnya peluru tersebut ditolakkan sekuat-kuatnya ke atas ke depan ke arah tolakan (parabola) bersamaan dengan bantuan menolakkan kaki kanan dan melonjakkan seluruh badan ke atas serong ke depan.

    d. Pembelajaran Sikap Badan Setelah Menolakkan Peluru


    Sikap badan setelah menolakkan peluru, yaitu suatu bentuk gerakan setelah peluru ditolakkan lepas dari tangan, dengan maksud untuk menjaga keseimbangan badan, agar badan tidak terjatuh ke depan atau ke luar dari lapangan tempat untuk melakukan tolakan. Cara melakukan gerakan dan sikap badan setelah menolakkan peluru adalah sebagai berikut.
    1. Setelah peluru yang ditolakkan atau didorong tersebut lepas dari tangan, secepatnya kaki yang dipergunakan untuk menolak itu diturunkan atau mendarat (kaki kanan) kira-kira menempati tempat bekas kaki kiri (kaki depan), dengan lutut agak dibengkokkan.
    2. Kaki kiri (kaki depan) diangkat ke belakang lurus dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan.
      http://volimaniak.blogspot.com/
    3. Badan condong ke depan, dagu diangkat, badan agak miring ke samping kiri, pandangan ke arah jatuhnya peluru.tangan kanan dengan sikut agak dibengkokkan berada di depan sedikit agak di bawah badan, tangan/lengan kiri lemas lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan.

    e. Latihan Gerakan Keseluruhan


    Gerakan tolak peluru secara keseluruhan dari awalan/ancang-ancang sampai dengan sikap badan setelah menolakkan peluru (gaya menyamping/Ortodok) seperti terlihat pada gambar berikut ini.
    http://volimaniak.blogspot.com/
    Demikian yang bisa volimaniak sampaikan menganai tahapan pembelajaran tolak peluru. semoga bisa bermanfaat. terimakasih
     
    http://www.volimaniak.com/2014/09/tahapan-cara-melakukan-tolak-peluru.html

    TENIS MEJA

    Pengertian Permainan Tenis Meja Lengkap

    Mari simak penjelasan berikut mengenai pengertian tenis meja, sejarah tenis meja, lapangan tenis meja, serta peraturan dalam bermain tenis meja.
    Pengertian Permainan Tenis Meja Lengkap
    Pengertian Permainan Tenis Meja Lengkap

    Pengertian Tenis Meja

    Permainan tenis meja adalah cabang olahraga yang dimainkan di lapangan yang berbentuk meja dan menggunakan bet dan bola layaknya permainan tenis. Hal inilah yang menyebabkan permainan olahraga ini disebut sebagai tenis meja. Di beberapa wilayah tenis meja juga disebut dengan ping-pong.

    Sejarah Tenis Meja

    Sejarah tenis meja sendiri berawal di Inggris, dimulai sebagai hobi sosial di Inggris yang mencuat akhir 1800-an. Meja makan dan bola yang terbuat dari gabus menjadi perangkat pertama yang digunakan. Boleh jadi mereka menyebut permainan itu sebagai gossima, flim-flam, atau ping pong. Ketika abad berganti, permainan itu pun mengalami sejumlah perubahan di Inggris. Belakangan, ada yang memperkenalkan bola seluloid pada permainan itu, sedangkan yang lain menambahkan karet pada bet yang terbuat dari kayu. Tenis meja juga populer di Amerika Serikat (AS) sekitar 1900-an. Lengkapnya kujungi sejarah tenis meja lengkap.

    Lapangan Tenis Meja

    Lapangan tenis meja berbentuk persergi panjang dengan ukuran 274 cm x 125.5 cm. Tinggi permukaan meja yakni 76 cm dari lantai dan tinggi net yakni 15.25 cm dari permukaan meja. Klik untuk penjelasan mengenai gambar lapangan tenis meja.

    Peraturan Tenis Meja

    Untuk peraturan tenis meja bisa Anda langsung menuju peraturan tenis meja terbaru.

    Teknik Dasar Tenis Meja

    Teknik dasar tenis meja meliputi drive, chop, smash, servis dan sebagainya. Silahkan kunjungi tenik dasar tenis meja lengkap.
     
    http://olahraga.smansax1-edu.com/2015/03/pengertian-permainan-tenis-meja-lengkap.html

    TENIS


    A.Pengertian dan Sejarah Tenis Lapangan
           Tenis lapangan adalah permainan yang menggunakan raket untuk memukul bola
    melewati net dan memantul sampai lawan tidak dapat mengembalikan bola tersebut.
    Seorang tentara Inggris bernama Mayor W.C. Wingfield memperkenalkan permainan ini
    di dalam suatu pesta di Wales tahun 1873. Permainan ini berasal dari bangsa Yunani Kuno. Pada tahun 1879, sudah dimainkan di lapangan keras (gravel) hingga sekarang di Wimbledon-Inggris.
           Di Indonesia, tenis lapangan diperkenalkan oleh Dr. Hoitep. Pada PON I di Solo tahun 1948, tenis sudah dipertandingkan. Wadah organisasi tenis Indonesia adalah Pelti, singkatan dari Persatuan Lawn Tenis Indonesia.

    B.Teknik Dasar Tenis Lapangan
    1. Cara Memegang Raket
    a. Forehand eastern;
    b. Continental;
    c. Western.
    2. Sikap Menerima Servis
    a. Memegang raket di depan badan (salah satu tangan).
    b. Tangan yang lain memegang leher raket.
    c. Raket setinggi bahu.
    d. Badan agak membungkuk.
    e. Berdiri dengan kaki agak dibuka.
    f. Berat badan agak condong ke depan.
    g. Pandangan melihat net.
    3. Pukulan
    a. Forehand drive
    1. Tangan memegang raket.
    2. Raket diayun dari belakang.
    3. Perkenaan bola, di samping pinggang.
    4. Gerakan lanjutan dilakukan dengan lengan lurus ke depan.
    b. Backhand drive
    1. Tangan memegang raket.
    2. Tangan diputar ke dalam (kiri).
    3. Perkenaan bola tepat di samping kiri pinggang.
    4. Gerakan lanjutan ke arah depan. 
    c. Servis
    1. Pegang raket dengan cara kontinental.
    2. Berat badan ke depan saat bola dilambungkan.
    3. Bola dilambungkan ke sebelah kanan badan.
    4. Lutut ditekuk.
    5. Memukul bola dengan posisi tangan lurus.
    6. Kaki belakang pindah ke depan.
    7. Badan menjaga keseimbangan.

    d. Pukulan voli
           Pukulan voli dilakukan sebelum bola memantul ke lapangan.
    1. Pegang raket.
    2. Berat badan di kaki belakang.
    3. Kaki belakang dilangkahkan ke depan. Pada saat perkenaan bola, tangan diluruskan.
    4. Pukulan tidak keras.
    e. Pukulan melambung (lob)
    1. Pegang raket, tarik ke belakang.
    2. Perkenaan bola dilakukan secara rileks.
    3. Gerakan lanjutan ke arah depan.
    f. Pukulan overhead smash
           Pukulan smes ini harus dilatih secara berulangulang, untuk membiasakan pukulan secara keras dan mematikan lawan.
    1. Pegang raket.
    2. Angkat raket ke atas.
    3. Kaki kanan di belakang.
    4. Perkenaan bola tepat di atas kepala.
    5. Gerakan lanjutan diarahkan ke bawah.
    g. Pukulan chop
    1. Pegang raket, putar badan ke samping kiri.
    2. Tarik raket ke samping kanan.
    3. Perkenaan bola pada posisi di samping badan.
    4. Gerakan mengikuti arah pukulan ke depan.

    C.Lapangan dan Perlengkapan Tenis Lapangan
    1. Lapangan berbentuk persegi panjang dengan ukuran:
        - panjang 23,77 m dan lebar 8,23 m untuk tunggal (single),
        - untuk ganda panjang 23,77 m dan lebar 10,97 m.
    2. Net (jaring); tingginya 910 mm dari tanah, terbuat dari anyaman tali nilon.
    3. Bola; garis tengah 63,50 mm–66,67 mm. Beratnya 56,70 gr–58,48 gr.
    4. Raket
        - untuk pemula/pelajar biasanya menggunakan raket yang ringan 1,5 ons–12,62 ons,
        - sedang 12,62 ons–14,5 ons, dan
        - berat 14,5 ons–15 ons.
    5. Pakaian; seragam selalu putih-putih.
     
     
    http://walpaperhd99.blogspot.co.id/2013/09/tennis-artikel-makalah-olahraga.html